Satpol PP Kaltim Laksanakan Pengamanan Pembagian Takjil Hari Terakhir di Kantor Gubernur
Samarinda
—
Satuan
Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan pengamanan kegiatan
pembagian takjil gratis kepada masyarakat yang berlangsung di Halaman Kantor
Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada No. 02, Samarinda, Kamis
(12/3/2026).
Kegiatan
tersebut merupakan hari terakhir pelaksanaan pembagian takjil gratis yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai jadwal kegiatan
sejak 26 Februari 2026 hingga 12 Maret 2026. Program ini merupakan arahan dari
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, sebagai bentuk kegiatan sosial
pemerintah daerah kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci
Ramadhan.
Pada
pelaksanaan kegiatan tersebut, sebanyak 1.360 paket takjil dibagikan kepada
masyarakat yang hadir di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Takjil yang
dibagikan berasal dari tiga Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi
Kalimantan Timur dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur sebagai
koordinator, dengan rincian sebagai berikut:
- 350 paket
dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
- 350 paket
dari Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur
- 350 paket
dari RSUD Korpri / RSUD Sultan Aji Muhammad Salehuddin II Provinsi
Kalimantan Timur
- 310 paket
tambahan dari ketiga perangkat daerah tersebut
Untuk
memastikan pembagian berjalan tertib dan lancar, mekanisme pembagian takjil dibagi
menjadi dua kategori penerima, yaitu pejalan kaki dan pengendara roda dua. Pembagian
takjil bagi pejalan kaki dilaksanakan di area halaman Kantor Gubernur,
sementara pembagian takjil bagi pengendara roda dua dilaksanakan di area teras
Kantor Gubernur untuk memudahkan proses distribusi tanpa mengganggu arus lalu
lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam
pelaksanaan kegiatan, Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur bertugas melaksanakan
pengamanan area kegiatan, pengaturan antrean masyarakat, serta pengawasan
ketertiban umum selama proses pembagian takjil berlangsung. Sementara itu, Dinas
Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur melakukan pengaturan arus lalu lintas di
sekitar Jalan Gajah Mada guna mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan di
sekitar lokasi kegiatan.
Petugas
ditempatkan pada beberapa titik strategis, di antaranya pintu masuk dan keluar
pagar Kantor Gubernur, area pembagian takjil, serta di sepanjang tepi jalan untuk
memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan kendaraan.
Antusiasme
masyarakat terhadap kegiatan pembagian takjil tersebut cukup tinggi sehingga
menyebabkan peningkatan jumlah masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.
Kepadatan massa sempat terjadi pada saat masyarakat memasuki area pagar Kantor
Gubernur sehingga menimbulkan dorong-dorongan antar masyarakat yang ingin
segera memperoleh takjil.
Akibat
kondisi tersebut, beberapa masyarakat terpantau mengalami kelelahan hingga
pingsan serta terdapat warga yang mengalami cedera ringan saat memasuki area
kegiatan. Selain itu, sempat terjadi kericuhan kecil yang dipicu oleh
beredarnya informasi yang tidak benar di masyarakat bahwa kegiatan tersebut
juga membagikan sembako dan uang, padahal pada kenyataannya hanya dilakukan
pembagian takjil untuk berbuka puasa.
Menanggapi
situasi tersebut, petugas yang berada di lapangan segera melakukan pengendalian
massa serta pengaturan ulang antrean sehingga situasi secara bertahap dapat
kembali kondusif dan kegiatan pembagian takjil tetap dapat berlangsung hingga
selesai.
Secara
keseluruhan, kegiatan pembagian 1.360 paket takjil kepada masyarakat dapat
terlaksana dengan baik. Beberapa masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan
akibat kepadatan massa telah mendapatkan penanganan awal dari petugas di
lapangan. Selain itu, beberapa anak yang sempat terpisah dari orang tuanya
akibat kerumunan massa berhasil diamankan dan dipertemukan kembali dengan
keluarganya.
Melalui
kegiatan pengamanan ini, Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur menegaskan
komitmennya untuk terus menjaga ketertiban umum serta memberikan rasa aman
kepada masyarakat dalam setiap kegiatan pemerintahan maupun kegiatan sosial
kemasyarakatan.
Kedepan,
pelaksanaan kegiatan serupa akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan
efektivitas pengamanan, pengaturan antrean, serta koordinasi antar perangkat
daerah sehingga kegiatan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih
tertib, aman, dan nyaman.








